Jenis-jenis Rumput Laut di Indonesia bimaschidigitalaolusi.com

asthma rescue inhaler not working

over the counter asthma inhalers

Indonesia menjadi salah satu wilayah yang kaya akan keanekaragaman rumput laut dengan spesies mencapai ratusan. Tim Ekspedisi Laut Siboga (tahun 1899 s.d 1900) mampu mengidentifikasi sebanyak 555 jenis rumput laut yang tumbuh di perairan laut Indonesia (Van Bosse, 1928). Sedangkan di seluruh dunia, berdasarkan data algaebase.org, sekurangnya terdapat 10.000 jenis rumput laut.


Berdasar pigmen (zat warna) yang dikandungnya, rumput laut dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu : Chlorophyceae (ganggang hijau), Rhodopyceae (ganggang merah), Phaeopyceae (ganggang coklat), dan Cyanophyceae (ganggang hijau kebiruan). Beberapa jenis rumput laut yang dikenal dan umum tumbuh di perairan Indonesia antara lain :

-Eucheuma spinosum

-Eucheuma muricatum

-Eucheuma cottonii

-Gracilaria spp.

-Gelidium spp.

-Sargassum spp.


Dari berbagai jenis rumput laut, yang umumnya telah dibudidayakan adalah rumput laut dari genus Eucheuma dan Gracilaria.


Manfaat Rumput Laut


Manfaat yang paling dikenal dari rumput laut adalah untuk pembuatan agar-agar. Namun di samping itu rumput laut ternyata mempunyai manfaat-manfaat lainnya. Berikut adalah manfaat rumput laut.


-Penghasil agar-agar; manfaat yang paling dikenal ini berasal dari rumput laut jenis Gracilaria spp, Gelidium spp., dan Gelidiopsis spp.

-Penghasil Peragian; proses kimia peragian dapat memanfaatkan rumput laut dari jenis Eucheuma spp.

-Penghasil algin atau alginat; alginat dapat dihasilkan dari rumput laut berjenis seperti Sargassum spp.

-Manfaat lainnya, antara lain sebagai obat tradisional, bahan makanan dan sayuran, bahan kosmetik dan kecantikan, penyerap karbondioksida.

Jangan lupa untuk kunjungi myagarpac.com

Pak Kastim, seorang pria berumur 72 tahun warga Jejawar Kota Banjar, Jawa Barat, yang sehari-harinya berdagang sapu lidi, menangis saat barang dagangannya diborong oleh Waka Polres Banjar Kompol Drs Ade Najmuloh dengan harga 10 kali lipat dari harga biasa.

Kejadian ini di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Banjar, saat Waka Polres pulang dari menghadiri Acara Yatim Ceria bersama 1000 Anak Yatim di Taman Kota Lapang Bh
kti Kota Banjar, Minggu.

Saat itu ia melihat seorang pria yang sehari-hari berjualan sapu lidi kesusahan dan membungkuk keberatan membawa beberapa ikat sapu lidi. Kompol Ade yang melihat, dengan segera Ia membantu dengan memborong semua sapu lidi yang dijualnya beberapa kali lipat.

Tak ayal, Kakek tersebut merasa senang dan menangis sembari mengucapkan terima kasih. Ade pun membalasnya dengan senyuman.

Indonesia sering disebut sebagai negara maritim. Dua pertiga dari kawasan Indonesia adalah lautan dengan berbagai potensi kekayaan lautnya. Salah satu contoh dari kekayaan laut ini adalah rumput laut. Mungkin banyak yang berpendapat bahwa rumput laut seperti jenis ”rerumputan” pada umumnya yang selalu berwarna hijau.  Namun, tahukah Anda bahwa banyak sekali jenis rumput laut yang memiliki warna- warni yang cukup menarik?  Pada artikel ini akan dibahas mengenai beberapa senyawa kimia yang merupakan pewarna alami atau sering disebut pigmen sehingga terdapat variasi warna pada rumput laut.

Apa yang menghasilkan beragam warna pada rumput laut?
Rumput laut pada umumnya memiliki warna yang bervariasi, tidak sebatas hijau saja. Bagi para penggemar makanan Jepang mungkin banyak yang hanya mengetahui rumput laut bewarna hijau, seperti yang digunakan dalam pembuatan sushi. Warna hijau pada rumput laut jenis ini disebabkan karena dominasi senyawa pigmen alami klorofil. 

Jenis rumput laut lain berdasarkan sumber pigmennya adalah rumput laut merah atau sering disebut Rhodophyta. Warna merah yang terdapat pada jenis ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah yang banyak dibandingkan pigmen lain seperti klorofil maupun karotenoid. Berdasarkan karotenoidnya, rumput laut merah dibagi menjadi dua grup, yaitu rumput laut merah yang mengandung β-carotene dan zeaxanthin, serta rumput laut merah yang mengandung α-carotene dan lutein.  Eucheuma cottonii yang sering digunakan dalam pembuatan makanan/minuman pencuci mulut, seperti es buah, itu termasuk dalam jenis rumput laut merah. 

Rumput laut coklat atau sering disebut dengan Phaeophyta merupakan salah satu jenis rumput laut yang mempunyai jumlah spesies paling banyak dibandingkan rumput laut lainnya. Umumnya, rumput laut coklat bersifat makroskopis dan dapat mencapai ukuran lebih dari 30 meter, disertai dengan adanya gelembung-gelembung udara pada permukaan thallus yang berfungsi sebagai pelampung.  Rumput laut coklat mengandung beberapa jenis karotenoid yang dominan, seperti fucoxanthin, β-carotene, zeaxanthin, dan violaxanthin. Berbagai jenis rumput laut coklat banyak digunakan dalam berbagai makanan kecil di Jepang, di antaranya Konbu (Laminaria japonica), Wakame (Undaria pinnatifida), Gagome (Kjellmaniella crassifolia), Akamoku (Sargassum horneri), dan Hijiki (Sargassum fusiforme).

Selain yang telah disebutkan ini, masih ada beberapa jenis rumput laut lainnya seperti rumput laut emas (Chrysophytae).  Warna rumput laut ini yang kuning keemasan berasal dari kandungan karotenoid yang dominan pada bagian kloroplasnya sehingga warna klorofil tidak terlalu tampak.  Jenis rumput laut lainnya adalah rumput laut kuning-hijau atau sering disebut dengan istilah xanthophytes. Beberapa jenis pigmen yang terdapat dalam sel kloroplas dari rumput laut ini seperti klorofil, β-carotene, dan jenis karotenoid diadinoxanthin.  Pada jenis rumput laut ini tidak terkandung senyawa fucoxanthin. 

Senyawa pigmen yang terdapat di rumput laut memiliki fungsi dalam reaksi fotosintesis, reaksi biokimia, dan dapat menjadi senyawa fitokimia yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Karotenoid, yang merupakan aksesori dalam pengumpul cahaya (light harvesting) pada proses fotosintesis, juga dapat berfungsi melawan senyawa radikal bebas yang berbahaya seperti singlet oxygen. Dengan fungsi tersebut karotenoid yang ditemukan di dalam berbagai jenis rumput laut ini merupakan senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Senyawa ini dapat membantu mengurangi terbentuknya radikal bebas yang dapat merugikan kesehatan.

Selain sebagai antioksidan, karotenoid yang terkandung dalam rumput laut dapat berfungsi sebagai zat antiobesitas (seperti senyawa fucoxanthin), senyawa provitamin A (seperti β-carotene dan lutein), senyawa antikanker, dan masih banyak lagi.  Dengan berbagai potensi ini rumput laut dapat dijadikan sebagai bahan pangan fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan manusia, pewarna alami, dan juga sebagai sumber bahan baku yang digunakan untuk suplemen (nutraceuticals) dalam bidang farmasi. Indonesia yang diberi karunia oleh Tuhan berupa laut yang luas dengan beragam rumput laut yang tumbuh di sepanjang pantainya tentu memiliki peluang besar untuk memanfaatkan karunia tersebut. 

Untuk merasakan khasiat rumput laut merah, anda dapat mengunjungi myagarpac.com



Wikipedia SiteWide Iklan Baris
wisata abeliva furniture